Video Jokowi Pidato Mandarin, Pencipta ChatGPT Turun Tangan

Video Jokowi Pidato Mandarin, Pencipta ChatGPT Turun Tangan

Hoaks Jokowi fasih bahasa Mandarin.

Sejumlah pihak cemas teknologi kecerdasan buatan (AI) yang makin canggih membuat pemilu kacau balau. Di Indonesia, misalnya, teknologi AI yang disebut deepfake pernah digunakan untuk membuat video Presiden Jokowi berbicara Mandarin.

Perusahaan pencipta ChatGPT, OpenAI, menyadari risiko penggunaan teknologi AI mereka untuk menimbulkan gangguan terhadap proses pemilu di seluruh dunia. Oleh karena itu, mereka mengambil sejumlah langkah agar pemilihan wakil rakyat dan presiden di beberapa negara tetap berjalan lancar.

Untuk mencegah penggunaan ChatGPT dan teknologi AI lain milik mereka digunakan untuk mengganggu proses pemilu, OpenAI mengerahkan ahli mereka di bidang intelijen, hukum, engineering, hingga kebijakan publik untuk melakukan penyelidikan dan menangani potensi penyalahgunaan AI.

“Kami https://38.180.14.226/ bekerja untuk mengantisipasi dan mencegah penyalahgunaan seperti ‘deepfakes’, upaya penyebaran pengaruh, atau chatbot yang berpura-pura menjadi kandidat di pemilu,” tulis OpenAI di website resmi mereka.

Deepfake adalah konten video, gambar, atau suara buatan komputer yang sangat menyerupai manusia. Salah satu teknologi yang digunakan untuk membuat deepfake adalah model AI bernama Dall-E buatan OpenAI.

“Dall-E memiliki batasan sehingga akan menolak permintaan untuk membuat gambar sosok nyata, termasuk kandidat [pemilu],” kata OpenAI.

Selain itu, OpenAI melarang penggunaan teknologi digunakan untuk membuat aplikasi yang digunakan untuk kampanye politik.

Oleh karena itu, teknologi AI buatan OpenAI tidak diizinkan untuk digunakan untuk membuat chatbot yang berpura-pura menjadi sosok nyata baik manusia seperti kandidat capres atau institusi seperti badan pemerintah. OpenAI juga melarang teknologi mereka digunakan untuk membuat aplikasi yang mendorong masyarakat tidak mengikuti pemilu, misalnya, memberikan informasi sesat soal proses pemilu atau menyatakan bahwa proses pemilu sia-sia.

Warga dunia juga dipastikan bisa mengenali konten yang diciptakan oleh teknologi OpenAI agar bisa membedakan antara konten buatan AI dan konten asli. Caranya adalah dengan menanamkan kode rahasia untuk gambar yang diciptakan menggunakan DALL-E.

Untuk pencegahan tambahan, OpenAI dalam waktu dekat juga akan menyediakan perangkat yang bisa digunakan untuk mendeteksi konten hasil karya DALL-E.

Terakhir, OpenAI juga menyediakan informasi real-time lewat ChatGPT. Lewat pengembangan ini, pengguna ChatGPT bakal punya akses real-time terhadap berita soal pemilu yang dilengkapi dengan link dan sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*