Pemuda di Kulon Progo Ditangkap karena Curi Motornya Sendiri

Kulon Progo – Kasus kriminal unik terjadi di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Seorang pemuda harus berurusan dengan hukum gegara mencuri sepeda motor miliknya yang telah dia gadaikan kepada orang lain.

Pelaku berinisial ES (26) warga Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kulon Progo. ES yang kini berstatus tersangka telah diamankan oleh jajaran Polsek Kokap sejak Selasa (13/2).

“Diungkapnya setelah olah TKP penyelidikan dan penyidikan beberapa saksi diperoleh dua alat bukti yang mengarah pada pelaku. Berbekal alat bukti itu Satreskrim bersama Inafis Polres Kulon Progo mencari keberadaan pelaku. Pelaku akhirnya ditangkap saat silaturahmi di tempat temannya di Kaligesing, Purworejo,” kata Kapolsek Kokap, AKP Toha dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo, Senin (26/2/2024)

Toha menerangkan kasus ini bermula dari adanya laporan pencurian sepeda motor di kawasan Waduk Sermo, Kokap, pada Senin (12/2) lalu. Pelapor berinisial DS (27) warga, Purbalingga, kehilangan motor Nmax bernomor polisi AB 2820 EP yang dia bawa ketika sedang memancing di sekitar waduk. Diketahui bahwa motor itu diparkirkan di pinggir jalan waduk.

Dalam laporannya korban menyebut jika sebelum ditinggal mancing, motor ini sudah dalam kondisi terkunci stang. Slot kunci juga dipastikan telah tertutup rapat.

Nah kendaraan itu sebetulnya sudah dikunci stang dan lubang pengaman ditutup, sehingga sebetulnya sudah cukup bagus, tetapi saat itu ternyata motornya sudah tidak ada di parkiran. Korban pun berusaha mencari tapi tetap tidak ketemu, sehingga melaporkan hal ini ke kami,” terang Toha.

Toha mengatakan dari hasil olah TKP pihaknya mendapati sejumlah fakta. Pertama, proses hilangnya motor berlangsung cepat dan tidak disadari oleh orang lain yang ada di sekitar waduk. Fakta kedua motor ini didapat korban dari hasil gadai kendaraan oleh seseorang berinisial ES.

Dari dua fakta inilah, polisi lantas mencari keberadaan ES. Saat berhasil diamankan, ES pun mengakui perbuatannya. Belakangan diketahui jika ES berhasil mengambil motor tersebut dengan menggunakan kunci cadangan.

“Jadi sepeda motor itu awalnya milik tersangka, yang kemudian digadaikan kepada korban DS sebesar Rp 16,5 juta. Namun pada saat serah terima kendaraan pelaku cuma ngasih satu kunci, sedangkan kunci cadangan disimpan. Nah dia (pelaku) ada niatan kendaraan itu diambil dengan tujuan mau dijual kembali, terus ngambilnya pakai kunci serep (cadangan) tadi,” terang Toha.

Selain menangkap ES, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain satu lembar STNK, satu unit sepeda motor Yamaha NMAX nopol AB 2820 EP beserta kuncinya dan satu unit motor Yamaha Jupiter nopol AB 3707 TL yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya.

Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal 362 ayat 5 jucnto pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal 362 ayat 5 jucnto pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Pengakuan Pelaku
Kepada wartawan, tersangka ES, mengakui perbuatannya. Dia mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi.

“Rencananya karena posisi butuh uang jadi nanti mau saya pindah. Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

ES mengatakan motor itu digadaikan kepada DS sejak akhir 2023 lalu. ES dan DS sendiri merupakan teman satu SMP. Adapun ES menggadaikan motornya karena sedang terlilit hutang.

“Dulu digadai karena buat nutup utang. Baru digadai 1,5 bulan dan itu korban temen SMP saya,” ujarnya.

Namun, setelah motor digadai, ES justru terdesak kebutuhan lain. Di lain sisi dirinya tidak punya uang lagi buat menebus motor gadai itu sehingga akhirnya nekat mengambil kembali dengan cara yang tidak benar.

“Idenya spontan sih, kebetulan saya lagi jalan-jalan sambil bawa kunci serep motor itu. Nah pas jalan itu lihat motor saya dan akhirnya saya ambil yang rencananya mau digadai ke orang lain buat memenuhi kebutuhan,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*