IMF Bawa ‘Kado’ untuk RI, Penasaran?

Managing Director IMF, Kristalina Georgieva  bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu (17/7/2022). (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dana Moneter Internasional (IMF) memutuskan mengembalikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level 5% pada 2023, setelah sebelumnya dipangkas menjadi 4,8%.

Pada Januari 2023, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia dari 5% menjadi 4,8%. Namun, revisi ini masih jauh lebih rendah dibandingkan pemerintah maupun Bank Indonesia.

Dalam APBN 2023, pemerintah menetapkan target pertumbuhan pada tahun ini sebesar 5,3% sementara Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi domestik akan bias ke atas dalam kisaran 4,5-5,3%.

Meski lebih rendah, ternyata proyeksi IMF berada sedikit di atas Bank Dunia yang memperkirakan ekonomi Tanah Air akan tumbuh 4,9% tahun ini.

Dalam laporan World Economic Outlook terbarunya, A Rocky Recory, IMF mengungkapkan alasan IMF merevisi ke atas pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah reopening China.

Kebijakan Tiongkok membuka perbatasan dan melonggarkan kebijakan Covid-19 diperkirakan akan berdampak besar ke ekonomi negara-negara Asia, seperti Indonesia.

“China menyerap seperempat ekspor Asia. Reopening China dan pertumbuhan ekonomi China akan memicu dampak positif ke kawasan tersebut. Dampak lebih besar akan dirasakan oleh negara yang memiliki hubungan ekspor dan industri wisata dengan China,” tulis IMF, dikutip Kamis (13/2/2023).

Bagi Indonesia, hal ini adalah kabar baik. Pasalnya, China adalah mitra dagang besar Indonesia. Ini berarti China siap menyerap ekspor nikel dan bijih nikel serta minyak sawit mentah dalam jumlah besar dari Indonesia.

Meski kondisi China membaik, IMF juga memberi peringatan keras terhadap negara lain yang bergantung ke Negeri Panda tersebut.

“Dengan besarnya ekspor negara lain yang diserap China maka pemulihan ekonomi China yang lebih lambat dari proyeksi akan berdampak signifikan,” tegas IMF.

Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. Faisal Rachman mengungkapkan bahwa pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,02% tahun ini. Proyeksi ini sejalan dengan IMF.

Namun, dia melihat sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 kemungkinan besar akan bergeser dari sektor eksternal ke sektor domestik. Hal ini mengingat kondisi perekonomian global yang kurang kondusif.

“Kegiatan ekspor terlihat melemah seiring dengan perlambatan ekonomi global, terutama di AS dan zona euro, tetapi pembukaan kembali ekonomi China dapat mendukung permintaan eksternal sampai taraf tertentu,” paparnya.

Mendukung perkiraan ini, dia menilai harga komoditas cenderung terus melemah ke depannya, namun pelemahan akan terjadi secara bertahap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*