Huawei Siapkan Chip Baru, Joe Biden Ketar-Ketir

Huawei Siapkan Chip Baru, Joe Biden Ketar-Ketir

FILE PHOTO: Smartphone with a Huawei logo is seen in front of a U.S. flag in this illustration taken September 28, 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Huawei bersiap meluncurkan chip baru produksi mereka sendiri dengan bantuan Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC).

SMIC adalah produsen semikonduktor yang membuat chipset Huawei Kirin. Baru-baru ini, mereka mencuri perhatian dengan meluncurkan Kirin 9000S dengan kemampuan 5G.

Menurut laporan terbaru https://toto-jp-slot.monster/ dari The Elec, SMIC sedang menyiapkan chipset Huawei Kirin lebih canggih lagi dengan arsitektur 5nm. Yang menarik, SMIC memanfaatkan teknologi deep ultraviolet (DUV) untuk chip tersebut. Sebagai perbandingan, produsen chip lain membuatnya dengan teknologi fabrikasi ultraviolet ekstrim (EUV).

Menurut seorang pejabat industri, SMIC sedang mempersiapkan chip 5nm melalui DUV, dan penggunaan photomask diperkirakan akan makin meningkat, demikian dikutip dari Gizchina, Jumat (8/12/2023).

Kemajuan SMIC dalam membuat chipset canggih untuk Huawei terjadi karena sanksi ekonomi berupa pembatasan yang dikenakan oleh pemerintah Amerika.

Karena sanksi tersebut, SMIC dan Huawei terjebak pada teknologi 7nm untuk sementara waktu. Faktanya, smartphone Huawei tidak memiliki dukungan 5G selama sekitar 4 tahun.

Namun, SMIC dan Huawei memamerkan kemampuan mereka dengan meluncurkan Kirin 9000S pada bulan September tahun ini. Dan kini, produsen chip tersebut sedang bergerak menuju chipset 5nm.

Jika produsen chip lain memanfaatkan EUV untuk fabrikasi chipset tingkat lanjut, SMIC tidak memiliki kebebasan itu. Sebab sanksi AS melarang Huawei memperoleh mesin EUV.

Untuk sirkuit prosesor, produsen perlu menggunakan litografi. Di sini, EUV dan DUV mengacu pada jenis lampu. DUV memiliki panjang gelombang yang jauh lebih tinggi dibandingkan EUV. Dan proses itulah yang digunakan SMIC untuk memproduksi chipset Huawei Kirin 5nm.

Secara spesifik, DUV memiliki panjang gelombang 248 dan 193 nm. Di sisi lain, EUV memiliki panjang gelombang hanya 13,5 nm. Inilah perbedaan besar yang membuat EUV jauh lebih baik dibandingkan DUV. Oleh karena itu, lebih mudah menggunakan EUV untuk pembuatan chipset canggih.

Huawei telah mengandalkan SMIC selama beberapa tahun terakhir. Meskipun memiliki keterbatasan, kedua perusahaan membuat industri terkesan dengan kemampuan mereka.

Namun meski begitu, mereka akan kesulitan mengalahkan kompetitor seperti TSMC dan Samsung. Para pesaing Huawei itu menggunakan proses manufaktur terbaru untuk produksi chipset mereka.

Kini, meskipun chipset Huawei Kirin 5nm akan dibanderol dengan harga yang lumayan mahal, SMIC tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut.

Sekedar informasi, SMIC sebagian dimiliki oleh pemerintah China. Dan baru-baru ini, pemerintah menggelontorkan banyak dana untuk membantu manufaktur tersebut menciptakan teknologi inovatif. Hal ini akan memudahkan produsen chip mencapai tujuannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*